Tampilkan postingan dengan label tersenyumlah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tersenyumlah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Mei 2011

[nguping medan] kebanyakan duit atau belum lulus SD

di suatu warung bakso......

pengunjung: jadi berapa semua bang?
pelayan: hmm.....sembilan ditambah disembilan...
pengunjung: dua puluh bang...
pelayan:...............(bengong)

didengar oleh kuping kiri yang sepakat sama si pelayan kalo itu pengunjung kebanyakan duit.

Senin, 28 Februari 2011

[nguping medan] kalo ada yang gratis share yaa....

cerita ini lanjutan dari hasil ngupingan sebelumnya.

A: Sampe 54. amazon itu toko buku online. cari aja disana, lengkap kok, tapi bahasa inggris.
B: Disana bayar?

*berharap si A bilang gratis biar mesen buku juga*

[nguping medan] kalo jadi ke amerika ikut yaa....

cerita ini didapat kuping kiri saat 'jalan2' ke salah satu forum yang lagi diskusi tentang buku.

A: Ternyata kalo mau baca serial lengkapnya mesti pesan ke amazon. sebel banget gue.....
B: Emang tamatnya nomer berapa? amazon itu mana sih?


*kuping kiri berharap si A ga ngirim gambar peta dan ikan piranha buat nunjukin si B amazon ada dimana*

Senin, 07 Februari 2011

[nguping medan] kan belum pernah dengerin lagu rhoma irama

anak: ma, jamnya kok disebut jam gadang sih?
mama: iya, soalnya jamnya ga pernah tidur.

didengar kuping kiri yang pengen ketawa sambil tiduran.

Kamis, 20 Januari 2011

Nguping Medan

Tau nguping jakarta kan? itu loh, situs yang isinya dialog2 singkat yang lucu yang terjadi di jakarta.
Naahhh....
kemarin kata temen, nguping medan belum ada. Dan karena Diez juga udah lama ga nge-post blog, ini ada kejadian yang semoga lucu dan membuat anda tersenyum. hehehe.......

anak: Bu, badan aku kok pegel-pegel gini yaaa.........
ibu: Ohh.....diurut aja pake minyak zaitun atau oli, biar ilang pegelnya....
Di dengar oleh orang yang langsung lemas untuk nyari minyak pelumas

Jumat, 26 Desember 2008

tuinkkzzz

suatu hari...si dodo terlihat sibuk menggali pekarangan rumahnya...

Amir yang ketika itu lewat dihalaman rumah Dodo bertanya, "ngapain, do?"

Dodo pun menjawab, "lagi nyari celengan yang minggu lalu ku tanam di halaman rumahku.sudah kucari dari tadi tapi ga ketemu juga...."

Amir pun memberi nasihat, "coba kau ingat lagi do, dimana kau mengubur celenganmu itu."

"aku lupa, Mir, dimana aku menguburnya."

"memangnya tak kau beri tanda diatasnya, do?" tanya Amir.

"sudah kuberi tanda kok, Mir." jawab Dodo.

"kau kasih tanda apa?" tanya Amir lagi.

Dodo menjawab, "ketika ku tanam ku tandai dengan awan diatasnya, Mir. tapi awan itu sekarang telah hilang."

TUINKKZZZ

Selasa, 16 Desember 2008

nyanyikan n tersenyumlah...

nyanyi bareng-bareng ya...

1....2....3....

 

she cark she cark

they thin think

they arm they arm me ray up

that thank se x-or nyamm mugs

hup...lay low the thank up....

 

loh? kok ga senyum....?

bingung?

ooohhhh....nyanyinya pake irama lagu "cicak-cicak di dinding" yaa....

yukz nyanyi bareng n tersenyum bareng....

hehehehe............

Sabtu, 23 Agustus 2008

Mana Yang Lebih Bersih..

Dalam suatu kisah nyata, dikisahkan bahwa seorang mahasiswa Universitas Amerika di Beirut yang berkebangsaan Sudan selalu menunaikan kewajiban agamanya. Pada suatu hari salah satu dosennya melihatnya sedang berwudhu untuk shalat. Melihat hal itu, sang dosen berteriak karena marah sambil berkata, "Bagaimana kamu mencuci kakimu di kolam yang kami gunakan untuk mencuci wajah!?" Yang dikatakan oleh dosen tersebut adalah tipu daya serigala yang sudah tak asing lagi untuk memperdaya domba hamil. Maka, mahasiswa Sudan tersebut menjawab, "Berapa kali anda mencuci wajah dalam sehari?" Sang dosen menjawab, "Sekali dalam sehari, yaitu setiap pagi hari." Sang mahasiswa berkata, "Kalau saya, mencuci kaki paling sedikit lima kali sehari. Maka bandingkan saja, mana yang lebih bersih antara kaki saya dengan wajah anda!"

Tersenyumlah...(Cerita Abul Ghushn)

dies lagi pengen nulis...tapi ga tau mau nulis apa...jadi...ngutip dari buku aja ya...

selamat tersenyum....

 

Isa bin Musa al-Hasyimi suatu hari melihat Abul Ghushn yang sedang menggali tanah di suatu tempat di Kufah. Mendapati hal itu, ia bertanya, "Apa yang engkau sedang lakukan, Abul Ghushn?"

Ia menjawab, "Saya pernah memendam uang dirham di padang pasir ini. Tapi semenjak tadi saya mencarinya tidak kunjung menemukannya."

Isa berkata, "Seharusnya ketika engkau memendamnya itu engkau meletakkan tanda yang menunjukkan tempatnya."

Abul Ghushn berkata, "Saya sudah buat tandanya."

Isa berkata, "Apa tandanya itu?"

Ia menjawab, "Awan di langit yang ketika itu menaunginya. Tapi sekarang saya tidak menemukan tanda itu."

(dari buku: Tersenyumlah, oleh: Dr.Aidh Al-Qarni)