Tampilkan postingan dengan label filmkorea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label filmkorea. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2011

Descendants of Hong Gil Dong

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Lee Beom Soo as Hong Mu Hyeok
Kim Soo Ro as Lee Jung Min
Lee Si Yeong as Song Yeon Hwa
Jang Ki Beom as Hong Chan Hyeok

Dibalik kesibukan yang biasa ala suatu keluarga (ayah bekerja sebagai dosen dan ibu rumah tangga biasa), keluarga Hong menyimpan rahasia tersendiri. mereka adalah keturunan dari Hong Gil Dong, pencuri harta keluarga kaya untuk dibagi ke rakyat miskin di masa Dinasti Joseon.
Namun saat ini, yang mengemban tugas itu adalah Hong Mu Hyeok yang bekerja sebagai guru, sementara kedua orangtuanya membantu 'tugas lapangan'. Dari generasi ke generasi, orang kaya kikir dan tukang kolusi yang selalu jadi korban keluarga Hong adalah keluarga Lee. Namun dibalik tingkahnya yang aneh dan kekanak-kanakan, Lee Jung Nim berhasil mengetahui no.hp Hong Gil Dong dan mengancam penyamaran keluarga Hong selama ini, termasuk keselamatan pacar Hong Mu Hyeok, Song Yeon Hwa.

my comment:
awalnya tertarik sama film ini gara2 ada Jang Ki Beom yang berhasil meracuni Diez dengan muka serius dan mata bulatnya di GLove. Begitu tau kalo Lee Beom Soo dan Kim Soo Ro juga main dan jadi rival, tambah mantap deh niat buat nonton film ini.
Tapi, walaupun tema film ini kayak Dhoom 2 and K-20, film ini dikemas dengan beda. Yup, film ini masuk ke kategori komedi. Kecanggihan dan perencanaan yang mantap yang dilakukan keluarga Hong tetap aja ga ngubah film ini jadi serius ala film detektif. Jadi buat yang suka film action jangan terlalu berharap sama film ini. hehehehe.....
Oh ya, film ini ngingetin banget sama variety show Family Outing dimana Soo Ro jadi member family dan Beom Soo jadi guest starnya. di episode 38 ada games dimana Soo Ro dan Beom Soo disuruh lomba lari diatas tumpukan jerami, tapi mereka malah diskusi. Dan pas ditanya lagi ngomongin apa, Soo Ro bilang pengen bisa main film bareng. Mungkin itu kali penyebab mainnya mereka di film ini. Selain itu, Soo Ro juga nampilin gaya asli dia di FO di film ini. Soo Ro diharuskan nari salsa/tango kayak yang pernah dia lakuin di FO episode 74 pas Lee Kyung Shil yang jadi tamunya. Soo Ro juga pake training bling2 yang juga pernah dipakenya saat FO kedatangan Lee Seung Chul di episode 70.
Ups, jadi kayak ngereview FO nih. Film ini bagus, lucu, dan cukup segar buat ditonton. Film ini juga 'sederhana'. Jadi jangan berharap bakalan nemuin efek2 bombastis, cerita yang rumit, dan alat2 yang canggih. hehehe.....
Oh ya, Jang Ki Beom manis banget disini, apalagi dia juga sering jadi objek penderita. Pas Mu Hyeok putus sama pacarnya yang juga guru di sekolah Chan Hyeok, dia malah dijambak sama Yeon Hwa. Chan Hyeok juga sering di toyor abangnya gara2 tingkah laku dan semangatnya buat jadi penerus Hong Gil Dong yang luar biasa. Padahal ibunya ngelarang dia buat ikutan 'turun lapangan'. kesian kesian kesian.....

Selasa, 03 Mei 2011

Glove

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Jung Jae Yong as Kim Sang Nam
Yoo Sun as Na Ju Won
Jang Ki Beom as Cha Myeong Jae
Kim Hye Seong as Dae Gun
Lee Hyun Woo as Jin Man

Kim Sang Nam adalah pitcher handal yang tersandung kasus kekerasan. Ia terpaksa di kirim ke suatu desa untuk melatih tim baseball dari sekolah tuna rungu. Sang Nam yang mudah emosi merasa tim ini nggak mungkin bisa main di liga nasional. Sampai ia melihat bahwa tim tuna rungu ini punya semangat yang luar biasa. Apalagi Sang Nam menemukan Myeong Jae yang sempat menjadi pemain baseball tapi kemudian mengalami gangguan pendengaran. Lalu berhasilkah Sang Nam melatih anak2 tuna rungu itu untuk bisa bermain di liga nasional?

my comment:
dari pertama tau Lee Hyun Woo main di film ini jadi anak tuna rungu, diez udah penasaran. waktu liat trailernya jadi tambah penasaran. apalagi MV untuk soundtracknya juga bagus banget. jadi tambah PENASARAAAAANNN....
akhirnya setelah perjalanan ngubek2 berbagai forum dan situs dapat juga film ini walau sampe saat review ini di post-kan, subtitlenya belum ada. Jadi, ngeliat Sang Nam yang bingung ga ngerti bahasa isyarat, diez malah ngerti kalo pake bahasa isyarat. Soalnya teks hangulnya ada, kalo dengerin suka ga jelas, cepet banget mereka ngomongnya. hehehe.....

Cerita film ini bagus, ga terlalu mellow, padahal ini dari kisah nyata yang bisa aja dibuat jadi melankolis abis. Soal akting, semua bagus. Gaya temperamental Sang Nam bagus banget, akting para anak2 juga bagus banget. gagunya itu loh, ga kukuuuuu.....
hehehe......

oh ya, dari awal niatnya pengen liat Hyun Woo,tapi diez jadi kesengsem sama Ki Beom. hahahaha....

salut deh buat para pemain, terutama para anak2 yang rela belajar bahasa isyarat demi tercapainya film ini. Soalnya diez liat behind the scenes-nya kesian juga mereka (si anak2). dari pagi belajar mukul bat (tongkat baseball), lari2 nangkap bola, abis tuh masih harus belajar bahasa isyarat pula. kesian, kesian, kesian.....

Selasa, 04 Januari 2011

More Than Blue/A Story Sadder Than Sadness/Sadness Love Story

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Kwon Sang Woo as Kay
Lee Bo Young as Cream
Lee Beom Soo as Cha Joo Hwan

Kay adalah anak yang dtinggalkan ibunya demi uang. sementara Cream adalah anak yatim piatu karena orangtua dan adiknya meninggal dalam kecelakaan. keduanya tumbuh dan tinggal bersama. Kay yang pendiam mencintai Cream yang enerjik dan selalu gonta-ganti pacar. saat tau kalo dirinya kena kanker ganas n cuma punya waktu 200 hari (beugghhh....korean setori sekaliii), Kay memutuskan untuk mencarikan Cream pasangan hidup yang ideal baginya. maka, saat Cream mengatakan bahwa ia menyukai Joo Hwan yang seorang dokter, Kay membantu Cream untuk bisa menikah dengan Joo Hwan. termasuk meminta tunangan Joo Hwan meninggalkan Joo Hwan.
lalu berhasilkah Kay menyatukan Cream dan Joo Hwan? bisakah Kay memenuhi misi terakhirnya? lalu bagaimana dengan perasaan Cream? tuluskah cinta Joo Hwan pada Cream?


my comment:
yeaaa.....
as usual story ala korean, sad n teary (tapi, diez kok ga nangis? hehehe.....). mana judulnya more than blue aka sadness love story aka a story sadder than sadness. untung ga ditambah jadi a very very very very saddest love story. huahahaha.....

ish...
jadi ngelantur....
pokoknya filmnya sedihlah. awalnya bingung pas nonton karena merasa kok kayaknya ada adegan2 yang hilang. kirain hasil editing, ternyata emang film ini dibagi 3 bagian. pertama dari sudut pandang Kay, trus Cream, baru terakhir Joo Hwan. dan semuanya jadi jelas begitu di bagian Cream dan tambah jelas pas dibagian Joo Hwan. sehingga sedih dari Kay, jadi more sad di bagian Cream dan jadilah ia sadder than sadness pas di Joo Hwan. hehehehe......


sori kalo review-annya ga jelas. akan lebih jelas (and sad) jika ditonton sendiri. atau malah udah nonton?
hehehe...............

Selasa, 02 November 2010

Death Bell/Gosa 2: The Bloody Camp

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Horror
Park Ji Yeon as Lee Se Hee
Hwang Jeong Eum as Teacher Eun Soo
Kim Soo Ro as Teacher Cha
Yoon Si Yoon as Kwan Woo

Se Hee adalah anak pendiem biasa yang belajar dengan giat supaya jadi pinter (ya iyalah diez, emang mau jadi apa lagi coba). di liburan musim panas terakhir mereka di sekolah, Se Hee masuk dalam 30 anak pintar yang akan ikut summer study camp untuk persiapan masuk perguruan tinggi di sekolahnya. namun ketika Se Hee dan teman2nya tertidur di perpustakaan, suara bel membangunkan mereka dan mereka melihat teman mereka tergantung diatas kepala mereka.

my comment:
yeahhhh.....
death bell 2 is back. i have a big big expectation that this movie would be great. coz this movie have Ji Yeon (aaahhh.....this little sweet girl!!) and Kim Soo Ro (aaahhhh.....this adorable nice healthy uncle!!).
all right. back to the review, diez.
Gosa 2 emang banyak kejutan. and as it was expected, this is a great horror movie (better than Death Bell 1). sekilas ceritanya emang mirip banget sama Gosa 1. 30 anak pinter ikut summer study camp dengan satu guru cowok dan satu guru cewek, belajar n putus komunikasi dengan dunia luar (hape dikumpul), kemudian diganggu suara bel (the famous Sonata) kemudian suara di speaker yang meminta mereka sebagai anak2 pintar untuk menjawab soal atau satu per satu dari mereka akan mati.
bedanya kalo dulu soal2 diberikan ketika satu murid terancam akan mati berdasarkan rangkingnya. sementara Gosa 2, soal diberikan di awal dengan korban anak2 terpilih (si suara bilang, "soalnya adalah penyebab kematian Tae Yeon dan hubungannya dengan mereka yang akan mati", kalo kalian tau jawabannya, kalian akan selamat). so, disini murid yang jadi korban udah ditentukan. masalahnya, siapa?
yang murid pindahan bingung, Tae Yeon itu siapa? ternyata Tae Yeon adalah sahabat Se Hee (?#*?!) dan teman sekelas mereka yang perenang andalan sekolah yang ditemukan bunuh diri di kolam renang 2 tahun lalu.
hey, hey, film horor + kolam renang? sound like Indonesia horror movie. but wait, yang ini beda. ga ada jeritan heboh, adegan vulgar atau tokoh yang abu2 (cowok ga cewek ga).
yang bisa dibilang berlebihan (atau lo mau sebut lebay?) adalah cara pembunuhan para murid yang lebih sadis dibanding di Gosa 1 yang 'cuma' masukin murid ke akuarium gede, digantung tinggi2 trus dijatuhin, atau mulutnya dibekep pake lelehan lilin. di Gosa 2, cara pembunuhannya lebih ekstrem. murid perempuan yang mukanya dijahit trus digantung di perpus, murid cowok yang bolak-balik dilindes pake sepeda motor si murid itu, guru yang dibakar diruang pemanas sampe meledak (oh nooo....Soo Ro......ups, spoiler). bahkan Se Hee yang dililit sama besi trus dijatuhin di kolam renang sama pembunuhnya.
eh, eh, siapa pembunuhnya? si guru? si murid? atau satpam sekolah?
nah, itu dia misterinya. si pembunuh ga da dalam cerita sampai dia muncul di menjelang akhir cerita.
tapi yang pasti, movie ini happy end (yeeeeaaa....).

oh ya, dari segi cerita, akting (walau katanya Ji Yeon kesusahan dengan scene di kolam renang), alur, lokasi, dan sound effect, film ini bagus.
kekurangannya adalah di dialog yang terasa kurang (atau karena tugasnya adalah memikirkan jawaban dari soal).hehe....
masalah pembunuhan terlalu sadis, itu tergantung reviewer yang liat apakah menjadi poin plus atau minus. but for me, that's not really sadistic. so, that's another star for Death Bell 2.

Rabu, 06 Oktober 2010

Harmony

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Kim Yoon Jin as Hong Jeong Hye
Na Moon Hee as Kim Moon Ok
Kang Ye Won as Kang Yu Mi
Lee Da Hee as Gong Na Young
Jang Young Nam as Chief Bang Kwang Jang
Jeong Su Yeong as Ji Hwa Ja
Park Joon Myeon as Kang Yeon Sil

Tertarik beli muvi ini karena ditrailernya dies liat ada kisah ibu dan anak, paduan suara (jadi inget pas SMA n waktu kuliah), persahabatan yang dilatarbelakangi di penjara.

Sinopsisnya bisa diliat disini.

Komen dies, ni film bagus. Bikin nangis abis2an layaknya cerita drama korea lainnya. Lucu juga ngeliat Min Woo kecil yang bisa nangis begitu ibunya nyanyi dan diam begitu ibunya brenti nyanyi. Hehehe....

Film ini nunjukin bahwa mereka yang dipenjara sebenernya manusia juga. Dan betapa berat bagi mereka (apalagi ni perempuan) untuk masuk penjara. Udah jauh dari keluarga, dibenci keluarga, trus dianggap remeh sama masyarakat, dianggap sampah masyarakat, dan dianggap ga bisa jadi orang bener lagi.

Tapi walau masih suka cari gara2 mereka tetep bisa nyari cara buat hidup fun dipenjara. Makan semangka rame2 misalnya. Trus latihan vokal membuat mereka akrab dan membentuk ikatan kekeluargaan tersendiri bagi mereka.

Adegan yang merusak film ini adalah saat mereka tampil. Dies ngerasa bentuk mulut dan body language mereka ga sesuai dari suara yang dies denger. Di dubing kali yaa...hehehe....

Adegan yang buat sedih adalah saat Jeong Hye harus ninggalin anaknya di penitipan anak. Juga saat mereka mau tampil tapi malah dituduh nyuri dan diinterogasi dengan paksa. Yang terakhir tentu saja saat Moon Ok harus di eksekusi. Apalagi Jeong Hye yang memang akrab dengan Moon Ok memanggilnya dengan sebutan Ibu. How sweet...

Yaahhh...
Ini dia salah satu film korea yang cerita lain. Unik. Bagus. Dan sukses membuat berlembar-lembar tisu terpakai...

Sinopsis Harmony (part 1)

Cerita dibuka saat seorang ibu dengan seragam narapidana sedang melahirkan. Dokter, perawat dan beberapa petugas menyemangati Jeong Hye, yang akan melahirkan itu. Tak lama, seorang bayi laki2 lahir dan diberi nama Min Woo.

Satu tahun berlalu, di sebuah penjara
wanita, narapidana Hwa Ja dan Yeon Sil memanggil narapidana lain dan meminta hadiah untuk Min woo (secara paksa ala preman) yang berumur satu tahun hari ini. Disel kamarnya, Moon Ok, Hwa Ja, Yeon Sil dan sipir Na Young ikut merayakan ulang tahun Min Woo. Mereka membuat acara tiup lilin untuk Min Woo.

Mereka lalu mengurutkan benda2 mainan didepan Min Woo dan meminta min woo memilih. (kayaknya tradisi disana kalo anak umur satu tahun disuruh milih mainan yang bakalan mencerminkan jadi apa dia nanti). Jeong Hye menyemangati Min woo untuk mengambil pensil (biar jadi orang kantoran), tapi min woo malah mengambil...borgol. mereka bengong (hahaha). Jeong Hye menggendong Min woo dan menenangkan Hwa Ja dan Yeon Sil yang memarahi Na Young karena meletakkan borgol diatas meja (na young ga bisa buat apa2.hehe). Moon Ok mengatakan dewasa nanti Min Woo pasti akan jadi anak yang baik. Na Young mengambil kamera dan memotret ke 4 narapidana dan min woo. Di ujung lorong Ka.Sipir Bang lewat dan melihat cahaya kamera dan suara tawa. Ia langsung menuju sel Moon Ok. Ka.Sipir Bang marah dan merobek foto ultah min woo. Ia juga marah pada Na young karena malah berada diantara mereka, bukan melarang acara seperti ini (padahal keliatan banget Na Young udah akrab sama mereka). Na Young manut2 aja dimarahi gitu.

Malamnya, Moon Ok menulis surat sementara Jeong Hye menyambung foto yang robek sambil ngedumel tentang Ka.Sipir Bang (KS Bang for short, okey). Min woo menangis, Jeong Hye berusaha nenangin Min Woo tapi ga berhasil. Moon Ok menggendong Min Woo dan menyanyikan lagu (tentang ibu dan bunga2 gitu). Min Woo tenang dan tertidur di gendongan Moon Ok.

Paginya, di aula penjara, semua narapida
na melihat sekelompok paduan suara menyanyi untuk mereka. Jeong Hye terenyuh mendengar suara mereka. Saat lagu berakhir Jeong Hye tepuk tangan dengan kuat, begitu juga min woo. Didalam sel, Na Young datang dan memberi surat untuk Yeon Sil dari pacarnya. Hwa Ja mengganggu Yeon Sil yang sumringah dan bilang, pacar Yeon Sil belum tau keadaan Yeon Sil yang sekarang sudah gemuk. Dia pasti lari begitu melihatmu, katanya. Namun Yeon Sil masih berbunga2 (hehehe). Na Young juga bilang bahwa suami Hwa Ja datang dan membawa boneka. Sebenarnya tidak boleh memberikan barang kepada napi, karena itu aku membawanya diam2 kata Na Young (bener deh, ni sipir gada kapok2nya kena marah KS Bang). Moon Ok menatap Na Young dengan pandangan bertanya. Na Young hanya menggeleng. Moon Ok tersenyum lagi dan kembali menulis.
Siangnya dihalaman penjara, Jeong Hye curhat sama Moon Ok kalo Min Woo selalu nangis kalo dia nyanyi. Ga mun
gkin, kata Moon Ok. Liat ni ya, kata Jeong Hye kemudian menyanyi, min woo yang ada didepan mereka langsung nangis dan menutup telinganya dan diam saat Jeong Hye berhenti nyanyi (diez juga jadi napas lagi begitu dia brenti nyanyi.hehehe). Moon Ok yang melihat itu hanya tertawa. Malamnya Moon Ok mencoba memakai telepon umum dan menelepon seseorang (anaknya). Setelah diangkat, Moon Ok bilang kalo ini ibu. Tapi cewek diujung telepon bilang salah sambung dan matiin telponnya. Moon Ok bersedih.

Esok paginya mereka kedatangan teman kamar baru. Namanya Yumi. Hwa Ja dan Yeon Sil langsung ‘pendekatan’ s
ama Yumi. Tapi Yumi dengan tegas langsung bilang jangan ganggu aku. Hwa Ja dan Yeon Sil langsung menjauh sambil merepet. Min woo mendekati Yumi dan mencoba memeluk Yumi (cara perkenalan yang baik dibanding bibi2nya). Tapi Yumi malah mendorong Min Woo. Jeong Hye marah dan kemudian berkelahi dengan Yumi. Yumi langsung dibawa ke sel terpisah. Kemudian Yumi histeris dan membenturkan kepalanya ke dinding.

Na Young minta pada Moon Ok (sebagai yang tertua dikamar) untuk bisa akrab dengan Yumi. Yumi masih trauma dengan yang dialaminya, kata Na Young. Ternyata ayah angkat Yumi dulu berusaha memperkosanya dan tak sengaja terbunuh saat Yumi menendang dan memukul kepala ayah angkatnya itu. Ibunya yang kemudian melihat ayah angkat Yumi mati marah dan sambil memukul Yumi berteriak kenapa Yumi membunuh orang yang sudah merawat dan menjaga mereka. Saat kembali ke sel, Moon Ok dkk lagi asik makan semangka yang dipotong pake benang (kreatif, ga boleh pake pisau benang pun jadi. Pokoke have fun). Yumi masuk dengan perban melilit di kepala. Dengan cuek Yumi kembali duduk sendiri. Min woo langsung datang dan meluk kepala Yumi (lagi). Namun kali ini Yumi cuek.

Semua napi melihat paduan suara lagi. Reaksi Jeong Hye dan Min Woo masih sama. Bertepuk tangan dengan keras. Moon Ok melirik Yumi yang cuek aja. Moon Ok cerita tentang Yumi sama Jeong Hye dibangku taman. Yumi duduk dibangku lain dan dihampiri min woo yang (lagi2) meluk kepala Yumi. Segerombolan napi datang dan mengganggu yumi. Yumi cuek, tapi Min Woo dengan sigap ada didepan Yumi. Napi itu mendorong Min Woo sampai min woo nangis. Yumi kali ini bereaksi dan menghajar mereka. Hwa Ja dan Yeon Sil datang dan ikutan berkelahi (ala cewek. Suara teriakannya kuat plus tarik2an rambut). Jeong Hye membawa Min Woo dari area perkelahian itu. Yumi kembali dibawa sel terpisah. Kali ini agak lama. Soalnya dia udah 2x buat perkelahian.
Esoknya cuaca cerah dan seperti biasa ke 4 teman kamar itu jalan siang keliling halaman (hedeehhh) dan kepala penjara lewat. Ia menyapa Min woo dan main2 dengan Min Woo, KS Bang meli
hat dengan tatapan tak setuju. Jeong Hye dibawa kekantor dan ngobrol2 dengan kepala penjara (kayaknya orangnya baik). Dia nanya gimana kabar Min Woo trus Jeong Hye ada kebutuhan apa tinggal bilang sama dia. Jeong Hye bilang dia pengen jalan2 sama Min Woo diluar (nah lo...). KS Bang melotot, kepala penjara bengong. Jeong Hye bilang, gini aja pak. Saya akan buat paduan suara napi. Kalo saya berhasil saya boleh jalan2 sama min woo yaa... mata KS Bang makin lebar (hehehe). Paduan suara? Tanya kepala penjara. Iya pak. Jadi kita ga perlu undang paduan suara dari luar buat menghibur napi. Sekalian biar napi punya kegiatan. Kata Jeong Hye. Kepala penjara setuju. KS Bang udah mau ngamuk. Na Young senyum aja.

Hari itu Jeong Hye langsung buat post
er buat audisi anggota paduan suara. Dia sibuk ajak semua napi. Na Young bingung. Siapa yang bakalan mimpin padus (paduan suara) mereka. Jeong Hye bilang Na Young aja. Tapi Na Young bilang ga mungkin dia. KS Bang bisa ngamuk. Dia Cuma bisa ngawasin mereka aja. Disaat mereka bingung, mereka mendengar suara dentingan piano dari aula. Mereka ngeliat Moon Ok lagi main piano dengan merdunya. Kedua duduk dan terdiam. Moon Ok teringat saat dia menjadi pengajar disalah satu perguruan kesenian. Dia mempunyai teman akrab yang miskin. Moon Ok muda melihat sepatu temannya yang lusuh trus bilang ntar kita beli sepatu baru untukmu ya. Temannya pun kegirangan. Ketika pulang menjemput anaknya dari sekolah, Moon Ok mendengar suara suaminya dengan suara perempuan. Anak perempuannya menendang sepatu asing dirumah mereka. Ternyata itu sepatu temannya. Moon Ok mengikuti suaminya dengan temannya yang ada fair. Dia lalu menabrak keduanya sampai meninggal. Permainan piano selesai. Na Young dan Jeong Hye bertepuk tangan. Mereka meminta Moon Ok untuk menjadi pemimpin padus. Awalnya Moon Ok menolak tapi akhirnya luluh.
Audisi dimulai. Napi yang pengen gabung disuruh nyanyi satu2 untuk kemudian ditentuin masuk ke suara apa oleh Moon Ok. Jeong Hye yang lagi gendong Min Woo yang tidur dipaksa nyoba sama Moon Ok. Dengan cuek Jeong Hye nitipin Min Woo ke KS Bang y
ang gelagapan (hehe). Baru nyanyi satu baris Min Woo udah terbangun dan nangis. KS Bang ga tau mau gimana. Lalu Moon Ok bilang kalo Jeong Hye masuk ke sopran. Audisi selesai. Jeong Hye laporan ke kepala penjara kalo padus napi udah dibentuk. Saat akan balik ke sel, Jeong Hye ndenger ada yang nyanyi dari sel paling ujung. Dia Tanya ke sipir, siapa disitu. Itu ruang hukuman, Yumi disana, katanya. Moon Ok khawatir karena padus mereka ga seimbang antara alto, mezzo dan sopran. Jeong Hye lalu bilang ajak Yumi aja. Suaranya bagus. Hwa Ja dan Yeon Sil ga percaya. Jeong Hye minta Moon Ok untuk ngebujuk Yumi. Moon Ok mau.

Di aula Moon Ok ngajak Yumi ngobrol. Na Young sama Jeong Hye ngintip. Tapi belum apa2, Yumi udah bilang dia ga tertarik buat ikut padus. Moon Ok bilang, kita cerita2 aja disini. Tapi Yu
mi marah dan mulai menghina Moon Ok sebagai wanita tua yang udah mau dihukum mati tapi tetep aja ikut campur urusan orang. Moon Ok marah. Dia bilang dia udah nganggap semua yang disini keluarga, bukan ikut campur. Moon Ok pun pergi. Jeong Hye dan Na Young terdiam liat mereka.

Dalam sel, Jeong Hye manggil2 Na Young, ternyata Min woo sakit. Na Young akan membawa Min Woo ke puskes
mas terdekat. Jeong Hye pengen ikut tapi ga boleh. Peraturannya gitu, kata Na Young. Jeong Hye maksa dan bilang borgol aja aku. Na Young akhirnya membawa Min Woo dan Jeong Hye yang diborgol. Di Puskesmas, semua orang ngeliatn Jeong Hye yang pake baju napi. Tapi Jeong Hye hanya focus ke Min Woo. Dokter bilang Min Woo gapapa. Cuma demam biasa. Jeong Hye ngompres Min Woo tapi susah karena tangannya diborgol. Na Young membuka borgol Jeong Hye sambil bilang kalo tangan ibu obat yang baik buat anak. Jeong Hye tersenyum pada Na Young (baiknya Na Young ini). Jeong hye merawat Min Woo dan baru sadar kalo Min woo punya tahi lalat ditangan kiri.

Yumi mendapat tamu, tapi dia ga mau ditemui. Ternyata ibunya yang datang, Na Young bilang sama ibunya kal
o Yumi masih ga mau ditemui. Ibunya sedih. Saat ibunya pulang Yumi ngintip dari jendela dan bersedih. Na young datang.

Di aula, Moon Ok dan Jeong Hye ngobrol. Tiba2 datang Na Young yang ngedorong Yumi. Onnie, aku perlu bantuanmu, kata Na Young dan mengajak Jeong Hye keluar aula (padahal pasti ngin
tip tuh). Yumi mendekat trus bilang minta maaf, Moon Ok senyum trus ngajak Yumi main piano bersamanya. Moon Ok bilang mereka semua sama disini. Punya luka masing2 dan merasa sendirian. Moon Ok ditinggal anak2nya sejak masuk penjara dan Yumi harus berpisah dari ibunya. Yumi pun nangis.

Yumi diaudisi dihadapan anggota padus. Mereka semua terpana dengar suara Yumi. Yumi masuk ke alto. Saat latihan napi yang dulu ganggu Yumi berulah, terjadi perkelahian lagi. Untung Na Young sigap melerai hingga ga ketauan ma KS Bang. Moon Ok marah trus ngumpulin mereka. Mereka disuruh duduk membentuk lingkaran trus perkenalan nama asli, nama panggilan, no.napi dan alasan kenapa masuk penjara. Yeon Sil bilang dia masuk penjara gara dituduh bawa kabur uang kantor padahal temannya yang bawa lari, Hwa Ja juga karena kesalahan orang dia yang dituduh. Satu2 mulai cerita, ada yang mencuri, ada yang berkelahi gara2 rebutan cowok, ada yang gara2 kabur dari sekolah, kok bisa Tanya Yeon Sil heran kan Cuma bolos. Ternyata dia kabur sambil menghancurkan pagar sekolah. Hehehe... ada juga nenek2 sebaya Moon Ok yang udah mau keluar penjara beberapa bulan lagi.  Giliran Jeong Hye, dia cerita dia masuk penjara gara ga sengaja mukul suaminya yang hobi KDRT sampe mati. Aku tak sengaja. Aku ga tahan lagi dipukulin sama dia. Padahal aku lagi hamil. Sampe2 aku harus melahirkan dipenjara. Kata Jeong Hye sedih. Min woo tiba2 berdiri dan memeluk kaki ibunya. Jeong Hye tersenyum. Suaminya suka bilang aku anak yatim yang ga tau diri. Tapi disini aku kayak punya keluarga. Terima kasih udah mau nganggap aku dan Min Woo sebagai bagian keluarga kalian, katanya. Semua terdiam dan menangis.

Jeong Hye dan Yumi mulai akrab. Jeong Hye minta diajarin nyanyi sama Yumi. Mereka latihan keras. Sampai suatu malam, Min Woo nangis. Semua ngumpul (kecuali Na Yong) dan ngeliat saat Jeong Hye nyanyi (lagunya msaih tentang ibu dan bunga2) dan sampai satu bait, Min Woo tertidur. Semua girang tanpa suara (min woo dah tidur). Yumi senang dan mulai akrab juga sama Hwa Ja dan Yeon Sil. besok mereka akan tampil perdana dihadapan semua napi.

Sinopsis Harmony (part 2)

Pertunjukan padus mereka dimulai. Pada acara perdana ini kepala penjara pusat juga datang. Kepala penjara mereka jadi gugup. KS Bang udah gelisah. Napi lain masih cuek. Moon Ok maju sebagai konduktor dan member tanda mulai pada Na Young yang main piano. Mereka membawa lagu ceria dan berhasil membuat semua napi bergembira dan bertepuk tangan. Kepala penjara pusat juga senang. Kepala penjara mereka senang, semua senang, kecuali KS Bang.

Jeong Hye dipanggil ke kantor, kepala penjara bilang dia dan Min woo boleh keluar, tapi dengan syarat min woo ga boleh balik ke penjara. Bagaimana pun, dia tidak bisa tumbuh di penjara, tidak baik untuknya, kata kepala penjara. Titipkan dia pa
da saudara atau ke tempat penampungan anak, kata kepala penjara dengan sedih dan meninggalkan Jeong Hye yang terdiam. Na Young mendengar itu dan sedih. Semua ga rela min woo pergi. Kau kan ga punya saudara, masa harus menitipkan Min Woo pada orang asing, kata Moon Ok ga setuju. Tapi kepala penjara benar. Aku ga bisa membesarkan Min Woo ditempat seperti ini, kata Jeong Hye.

Jeong Hye keluar dari penjara ditemani Na Young dan melihat Min Woo yang senang bisa main2 diluar. Ditempat penampungan anak, Jeong Hye menitipkan album foto ia dan Min Woo. Tolong katakan pada ibu asuhnya mengenai aku dan Min Woo yang sebenarnya, katanya. Petugas itu mengangguk. Jeong Hye menatap Min Woo dari jendela untuk yang terakhir kalinya (hikss) Na Young bertan
ya, onnie, gapapa? Jeong Hye ngangguk lemah. Saat berjalan keluar mereka berpapasan dengan seseorang. Namun keduanya masih begitu sedih. Tiba2 Jeong Hye berbalik dan kemudian Min Woo menangis sambil ditenangkan seorang wanita, calon ibu Min Woo. Na Young terdiam. Jeong Hye melihat keduanya dari jauh.

Saat latihan, semua tidak semangat. Semua merasa kehilangan Min Woo. Na Young juga main piano dengan lesu. Moon Ok pura2 marah dan bilang, hey...apa2an kalian. Kenapa bernyanyi seperti itu memangnya ada yang mau mati, katanya semua tertawa tertahan. Moon Ok menyuruh Na Young untuk memberitahu mereka cara bernyanyi yang benar. Na Young kaget. Aku? Tanyanya. Semua tiba2 bersemangat, ayo Na Young, nyanyi, nyanyi, nyanyi. Pinta mereka. Na young berdiri dan mengambil napas, lalu bernyanyi dengan serius. Tiba2 ia berputar2 dan menari. Semua jadi girang. Jeong hye yang masih bersedih berusaha tersenyum walau ia tidak ikut menari.

4 tahun berlalu.......

Teman sebaya Moon Ok keluar dari penjara. Yumi masih tidak mau menemui ibunya. Sementara Jeong Hye dan Hwa Ja (yang ternyata punya 2 anak) kangen sama anak mereka. Begitu juga Moon Ok.

Saat latihan, Na Young datang terburu2 dan member tahu, kepala penjara pusat bangga dengan padus napi dan memin
ta padus napi untuk ikut dalam acara padus nasional saat tahun baru. Semua kaget mendengarnya. Tak hanya itu, kata Na Young, kalian boleh mengundang dan bertemu keluarga kalian pada malam itu. Semua napi bersorak.

Dikamar, Hwa Ja memegang boneka dari anak2nya dan berkata bagaimana kalo nanti mereka ga kenal lagi sama aku.
Atau malah ga mau datang. Tapi Yeon Sil menghibur dan bilang ga mungkin anak lupa sama ibunya. Moon Ok mendengar dan terdiam. Dia sedih ingat putrinya yang ga mau nemuin dia. Malamnya Jeong Hye terbangun dan memandangi baju Min Woo saat ultahnya dulu. Jeong Hye menangis. Yeon Sil minta Na Young untuk mengeposkan undangan untuk pacar Yeon Sil.

Ibu Yumi datang, tapi tetap tidak bertemu Yumi. Ditengah jalan, Na Young berlari dan menemui Ibu Yumi. Na Young menjelaskan kalo Yumi baik2 saja dan ikut dalam padus napi. Mereka akan tampil tahun baru nanti. Ini undangannya kata Na Young. Ibu Yumi berterima kasih padanya.

Na Young mengeposkan surat Yeon Sil. Kemudian mendatangi rumah anak Moon Ok. Namun anaknya tidak memperbolehkan Na Yeong masuk. Na Young berkata dari luar, datanglah menemui ibumu. Mungkin ini kesempatan terakhir untuk kalian berbaikan, kata Na yong dan menyelipkan undangan di pintu rumah.

Saatnya berangkat. Semua napi terpana sa
at berada diluar tahanan. Wah...sudah banyak gedung tinggi kata mereka. Na Young memberikan hadiah pada Moon Ok. Ternyata tongkat conduct yang baru. Semoga berhasil, kata Na Young. Moon Ok mengucapkan terima kasih. KS Bang melihat dengan muka juteknya. Setelah sampai semua berbaris dan memasuki gedung. KS Bang berkata bahwa mereka sulit mendapat kesempatan seperti ini. Jadi jangan sampai membuat masalah. Sementara diaula gedung teman sebaya Moon Ok datang dan bersemangat melihat penampilan teman sepenjaranya dulu. Ada juga pacar Yeon Sil, Ibu Yumi, dan anak laki2 Moon Ok.

Di dalam gedung Jeong Hye mendengar teriakan anak2 yang memanggil nama Min Woo. Refleks, Jeong Hye mengejar anak itu. Saat melihat tangan kiri anak itu Jeong Hye tidak menemukan tahi lalat seperti ditangan Min Woo. Jeong Hye kembali ke ruang make-up mereka dan mendapat pelototan dari KS Bang. Kemana saja kau? Katanya. Dari kamar mandi kata Jeong Hye.

Semua napi nervous dan hendak kekamar mandi. Mereka dikawal Na Young dan penjaga lain. Seorang ibu kaya kaget melihat mereka dan bergegas keluar kamar mandi dan melupakan cincin
yan dilepasnya. Saat akan tampilserombongan pengawal mencegat mereka dan berkata bahwa ada yang kehilangan cincin saat mereka dikamar mandi. Para napi berkata tidak ada yang mengambil cincin. Na Young juga membela mereka tapi ditahan. Para napi disuruh keluar dan digeledah. Saat cincin tidak ditemukan para pengawal tidak mau melepas para tahanan. Na Young bertengkar dengan kepala pengawal itu. Kepala penjara mereka kaget saat diumumkan padus napi harmony tidak bisa tampil. Ibu yumi, suami hwa ja, pacar yeon sil, semua kecewa.

KS Bang datang melapor mengenai apa yang terjadi. Kepala penjara marah dan mendatangi mereka. Kepala penjara adu mulut dengan kepala pengawal. Na young terdiam shock disamping KS Bang. Masalah diselesaikan. Namun para napi hilang semangatnya. KS Bang masuk d
an melihat mereka kemudian teriak, apa2an kalian, 10 menit lagi kalian tampil. Ayo bersiap. Semua napi kaget. Bukankah mereka tidak jadi tampil. KS Bang tersenyum dan marah lagi, ayo cepat ganti baju. Sudah ku bilang kalian jangan buat gara2. Cepat, katanya. Na Young tersenyum pada KS Bang dan membantu semua sipir bersiap-siap.

Di podium MC mengumumkan sebentar l
agi kita akan melihat padus napi harmony. Semua napi masuk ke atas panggung. Masing2 napi njelalatan nyari keluarga mereka. Moon Ok melihat anak laki2nya memberinya semangat. Mereka mulai bernyanyi dan membuat seisi gedung berdecak kagum. Selesai bernyanyi, lampu yang tadi padam hidup lagi. Tiba2 serombongan padus anak2 datang dari tangga dan bernyanyi. Masing2 anak menggandeng seorang napi. Jeong Hye menggenggam tangan seorang anak dan melihat tahi lalat ditangan kirinya. Jeong Hye hampir menangis. Dengan matanya ia menatap Moon Ok. Moon Ok tersenyum melihat mereka. Bersama-sama mereka bernyanyi dan menutup acara. Teman sebaya dan anak laki2 Moon Ok, ibu yumi, suami dan anak2 Hwa Ja serta lainnya memberikan standing applause. KS Bang tersenyum senang dibalik panggung.

Diluar aula, Hwa Ja bertemu dengan suami dan anak2nya. Yeon sil bertemu pacarnya. Na Young memberikan bunga pada Yumi. Dari ibumu, katanya. Yumi mengambil bunga itu dan berlari mengejar ibunya. Na Young melihat Moon Ok memeluk anak laki2nya yang berkata, maafkan aku ibu, aku tidak bisa membawa kakak. Moon ok berkata t
idak apa2. Aku senang kau datang. Terima kasih dan maafkan ibu. Keduanya berpelukan sambil menangis tanpa menyadari anak perempuan Moon Ok melihat mereka dibalik tembok dan ikut menangis.

Yumi berhasil mengejar ibunya. Tunggu, katanya. Cuma ini. Kau belum mengucapkan selamat tahun baru. Selamat tahun baru ibu, kata Yumi yang kemudian memeluk ibunya. Maafkan aku,
kata Yumi kemudian menangis. Ibu Yumi memeluknya dan berkata tidak apa2. Maafkan ibu juga.

Sementara Jeong Hye berkenalan dengan anak tadi yang datang bersama ibunya. Jadi namamu Joon ya? Tanya Jeong Hye. Ibunya menjawab, maaf aku mengganti namanya. Tidak apa2 kata Jeong Hye. Joon, suaramu bagus sekali. Oh ya, Joon tolong peluk aku ya.
Joon memandang ibunya dan berkata, bu, aku boleh memeluk bibi ini. Jeong hye terperangah dan sedih. Boleh, kata ibu Joon. Jeong Hye memeluk Joon dengan erat. Sebelum pulang ibu Joon memberikan bingkisan kepada Jeong Hye. Joon pamit dan berkata, selamat tahun baru bi. Sampai jumpa. Jeong Hye melambaikan tangannya pada Joon. Dari jauh Joon menatap Jeong Hye.

Esok paginya, Na Young terlambat datang rapat dan mengendap-endap. Tapi ketauan sama kepala penjara. Kepala penjara pusat yang datang menutup rapat dan mengatakan agar mereka segera melaksanakannya. Na young yang terlambat bingung. KS Bang menatap Na Young dan mengajaknya pergi.


KS Bang dan Na Young mengajak Moon Ok untuk kerumah anaknya. Dirumahnya, anak perempuan Moon Ok minta maaf atas segala sikapnya selama ini dan menangis. Moon Ok dan kedua anaknya makan bersama. Sementara KS Bang dan Na Young berjaga diluar rumah. Malamnya Moon Ok diperbolehkan menginap satu malam.
Moon Ok reuni dengan anak2nya.

Esoknya dipenjara kepala penjara menggelar rapat kembali. Segera laksanakan, perintahnya pada KS Bang lalu pergi. KS Bang mengangguk lemah. Na Young memegang lengan KS Bang. Jangan...katanya. ku mohon jangan, kata Na Young sambil terisak-isak. KS Bang memeluk Na Young dan bersedih.


Didepan sel Jeong Hye, KS Bang menyuruh Na Young masuk. Na Young masuk dan disapa oleh yang lain. Ada apa, Tanya mereka. Na Young berkata ia akan mengajak Moon Ok pergi. Mereka menganggu Na Young dan Moon Ok. Kenapa hanya mengajak Moon Ok saja, kau pilih kasih sekarang ya, kata Hwa Ja. Moon Ok yan
g sedang menulis not lagu tersenyum. Memangnya mau kemana? Kan kemarin udah pergi, kata Yeon Sil. Ke penjara pusat, jawab Na Young pelan. Hwa Ja terkekeh. Kemarin membawanya kerumah, sekarang ke penjara pusat. Seperti mau melakukan eksekusi saja. (membawa napi pulang sebelum dieksekusi).

Tiba2 semua terdiam. Mereka ingat kalo Moon Ok memang dihukum eksekusi. Moon Ok kaget. Dia menatap Na Young yang hampir menangis. Kemudian Moon Ok menyusun barang2 di mejanya. Aku pergi dulu katanya. Semua terdiam. Tiba2 Jeong Hye memeluk Moon Ok. Jangan pergi, kata Jeong Hye. Jangan pergi...ibu, katanya. Semua menangis. Yumi ikutan memeluk Moon Ok. Disusul oleh Hwa Ja dan Yeon Sil. Tidak apa2, kata Moon Ok. Kalian baik2lah, katanya lagi. Moon Ok keluar dari sel. Dia mengangkat tangannya untuk diborgol. Tapi KS Bang tersenyum sedih dan menggandengnya keluar. Moon Ok menggandeng tangan KS Bang dan Na Young dengan erat. Na Young udah hampir nangis lagi. Moon Ok melihat kedalam sel melalui jendela. Dia melihat semua menangis. Jeong Hye terdiam lalu bernyanyi (lagi2 lagu tentang ibu dan bunga yang biasa moon ok nyanyikan unuk min woo). Yumi dan lainnya ikut bernyanyi.
Seperti di komando semua napi dari dalam sel menyanyi untuk Moon Ok. Moon Ok melihat semua sel lalu tersenyum pada KS Bang dan Na Young. Di ujung lorong, dengan iringan nyanyian para napi, Moon Ok memandang sel penjara, untuk terakhir kalinya...

Sabtu, 02 Oktober 2010

sinopsis 71 - Into the Fire

pengennya sih nge-recap semua, tapi kalo semua dijabarin bakalan panjang banget. tapi sinopsis ini masih dalam benang merah cerita kok. hanya beberapa adegan yang tidak direview.

Cast:
Choi Seung Hyun aka TOP as Oh Jang Beom
Cha Seung Won as Park Mu Rang
Kim Seung Woo as Kang Seok Dae
Kwon Sang Woo as Gu Kap Jo

film ini diawali dengan seorang tentara pelajar yang disuruh membawa persediaan senjata kepada kelompok tentara diatas gedung. tragisnya, baru saja ia keluar dari gedung, serang dari tank menghancurkan dan membunuh semua tentara. hasil dari serangan tersebut, tentara Korea Selatan berkurang drastis. di sekolah

yang dijadikan markas, jang beom dirawat oleh perawat (Park Jin Hee) karena menderita luka ditangan dan telinga. walau diajak ngobrol dan ditanya mengenai lukanya, jang beom tetap diam.

jenderal Seok Dae melihat Jang Beom yang duduk diteras dan bertanya apakah dia menemani perwira Han Su hingga akhir hayatnya.

Jang Beom mengangguk. Seok Dae lalu menanyakan nama tentara pelajar ini, dan ia pun menjawab "Oh Jang Beom".
Kang Seok Dae pun ditugaskan membawa pasukannya ke Sungai Nakdong. dengan berat hati ia meninggalkan Pohang saat 65 orang pelajar datang menjadi relawan

perang. 3 orang tahanan penjara juga dikirim karena ingin membantu perang (salah satunya Kap Jo). dan 3 orang tentara pelajar yang masih selamat. Seok Dae mengingatkan mereka bahwa mereka ada dalam perang, jadi tentara atau pelajar, mereka adalah harapan negara mereka. dari 3 orang tentara pelajar yang masih selamat itu, Seok Dae menunjuk Jang Beom sebagai pimpinannya. Seok Dae memberikan jam tangannya kepada Jang Beom sebagai petunjuk baginya. Jang Beom yang tidak belum pernah membunuh itu akhirnya hanya pasrah saat diberi tugas itu. Seok Dae menunjuk Jae Seon (4th period/detective in 40 minute) sebagai operator komunikasi dan menyuruhnya mempelajari cara mencari sinyal dan menghubungi dirinya. kemudian Seok Dae dan semua tentara pun pergi menuju Nakdong. sementara itu, Mu Rang, jenderal dari Korea Utara mengincari Pohang.

Di markas yang berupa sekolah itu, 71 pelajar berkumpul. bahkan seorang adik rela ikut perang agar bisa bersama kakaknya (mirip cerita teagukgi yang dimainin won bin sama jang dong gun). namun selain teman2 veterannya dan Jae Seon yang mau mendengarkan dan membantu Jang Beom. sementara Kap Jo dan teman2nya sangat menganggap remeh pelajar yang pendiam ini.

baru beberapa jam sampe, kap jo dan kawannya sudah meledakkan granat ke.....gudang makanan mereka sendiri. alhasil mereka harus diet sampai tambahan bahan makanan datang. malamnya, disaat tentara pelajar yang baru berkumpul dan bercanda ria, Jang Beom menulis surat kepada ibunya. bahwa hari ini hanya ada 71 orang di markas, dan dia mendengar suara tawa para tentara pelajar dikelas sebelah, dan ia berharap suara tawa itu akan tetap ada seterusnya.

namun, sekelompok tentara Korea Utara melintasi sekolah mereka. para tentara pelajar ini langsung mempraktekkan cara menembak yang baru diajarkan tadi siang. saat meninjau korban, Jang Beom melihat masih ada satu tentara yang sekarat dab berkata "eomoni... eomoni...(ibu....ibu....)". Kap Jo kesal karena Jang Beom tidak juga membunuh tentara Korut itu. namun saat hendak membunuhnya, Jang Beom telah lebih dulu menarik pelatuk pistolnya. Jang Beom berjalan melewati teman2nya. ia berkata dalam hati, 'ibu...selama ini aku menganggap tentara Korut adalah manusia dengan tanduk dan senjata. namun dia memanggil ibu dalam bahasa yang sama denganku. ibu...hari ini aku telah membunuh satu tentara Korut'.

paginya, Jang Beom mengajak sekelompok orang untuk mencari senjata yang tersisa digudang di hutan. namun seorang tentara Korut memergoki mereka dan mulai menembaki mereka. Kap Jo yang marah karena temannya dibunuh langsung mengejarnya. Jang Beom menyusul Kap Jo untuk melarangnya, karena pasti tentara itu lari ke markasnya. namun semua teman2nya ikut mengejar tentara itu. benar saja, tentara Korut sudah menunggu untuk menembaki mereka. korban berjatuhan dikedua pihak sampai akhirnya tentara Korut mundur. saat Jang Beom mengejar musuh, ia mendapati bahwa yang didepannya adalah seorang anak kecil dengan seragam tentara Korut. Kap Jo datang, walau dilarang Jang Beom ia tetap menembak anak itu. mereka saling menodongkan senjata. namun Jang Beom akhirnya pergi dalam diam. Kap Jo berteriak bahwa anak itu adalah orang utara dan membawa senjata. namun Jang Beom tetap mengacuhkannya.

di sekolah Kap Jo mengubur kawannya dengan sedih. Chang Woo berusaha mengobati adiknya dengan obat seadanya. Jang Beom dan 3 ajudannya berusaha menghubungi Seok Dae. Jae Seon sempat2nya curhat sampai mau nangis dan bilang bahwa situasi tak menentu, mereka 2x bertemu tentara Korut, 6 tewas dan 15 orang luka. Seok Dae yang dalam suasana perang berkata bahwa ia akan datang membawa bantuan. Jang Beom ditugaskan untuk melapor 30 menit sekali dan bertahan dua jam saja. Jang Beom yang tak sempat bicara hanya diam. dia tahu sulit sekali untuk Seok Dae datang apalagi membawa bantuan.

di hutan, salah satu teman mereka tertangkap tentara Korut. namun Jenderal Mu Rang malah memberinya minum dan membawanya dari tenda interogasi. ternyata Mu Rang membawanya kembali ke sekolah. disekolah, ia bertanya siapa yang bertanggung jawab disini. Jang Beom maju. Mu Rang berkata 2 jam lagi saat tengah hari ia akan menyerang sekolah ini. kecuali jika mereka mengibarkan bendera Korut dan mau menyerah. namun Jang Beom menjawab degan tegas bahwa 2 jam lagi mereka akan bertemu lagi disini. Mu Rang berkata ia akan tetap memberi kesempatan bagi mereka.

Kap Jo marah dan memukuli temannya. Jang Beom datang dan berkata mereka harus tetap bertahan. Kap Jo berkata ia akan pergi menyusul Seok Dae ke Nakdong dan akan mati dengan keren disana sementara Jang Beom akan mati seperti anjing disini. Jang Beom berkata kalau Kap Jo mau pergi, maka pergi saja. mereka berdua berkelahi.

disisi lain di halaman sekolah, Chang Woo memangku adiknya yang terluka dan sekarat. adiknya menyuruh Chang Woo menghentikan penderitaannya dan menyodorkan senjatanya ke Chang Woo. Chang Woo dilema. sementara Kap Jo dan Jang Beom masih berkelahi. Jang Beom berkata bahwa mereka harus tetap bertahan dan berjuang. perkelahian mereka terhenti ketika mendengar suara tembakan. ternyata Chang Woo menembak adiknya atas permintaan adiknya untuk menghentikan rasa sakitnya. Chang Woo dengan ekspresi bersalah langsung menuju pos jaganya. Kap Jo terdiam dan mengajak temannya pergi.

di Nakdong, Seok Dae meminta atasannya untuk mengirimkan bantuan ke Pohang, namun tidak ada lagi pasukan yang bisa dikirim. sampai akhirnya ia dan 10 orang tentara dibekali senjata oleh Amerika. sementara itu di sekolah, semua menyiapkan persenjataan. Kap Jo dan temannya bertemu tentara Korut dan menolong mereka mendorong truk yang mogok. Kap Jo dan temannya pun diperbolehkan menumpang.

Jang Beom tidak tinggal diam. dia bersama tentara yang lain membongkar segala gudang dan memakai semua barang yang ada sebagai senjata. jam sudah menunjukkan tepat tengah hari. semua tentara pelajar menunggu dengan tegang. sampai ada yang berceletuk bahwa jika mereka mati hari ini mereka udah tenang karena ga harus mikirin persediaan makanan lagi. Jang Beom berdiri di koridor dan berkata bahwa mereka harus berjuang sampai akhir. Seok Dae mempercayakan sekolah ini untuk kita jaga agar jangan sampai jatuh ke Korut, oleh karena itu kita harus percaya diri. kita ini, tentara atau pelajar? tanya Jang Beom. semua berteriak dengan semangat bahwa mereka adalah tentara. hidup tentara pelajar.

Murang dan pasukannya yang banyak datang. dan langsung disambut oleh tembakan meriam. perwira Korut marah sama Mu Rang. lihat, katamu mereka hanya tentara pelajar, tapi mereka menembaki kita, katanya. Mu Rang hanya bergumam, aku bersikap baik, tapi mereka menyerangku. perwiranya terus saja menyalahkan betapa bodohnya Mu Rang mencoba berbaik hati terhadap mereka. Mu Rang langsung membunuh perwira tersebut. (orang pertama yang dibunuh Mu Rang di film ini, orangnya sendiri. sigh....).

Mu Rang menyuruh anak buahnya menyerang sekolah itu. Jang Beom dan teman2nya bersiap. kelompok 1 dihalaman melepaskan granat dan kelompok 2 dari ruang kelas
menembaki tentara Korut.
beberapa lapisan penyerang Korut berhasil dibunuh. namun banyaknya pasukan Korut membuat mereka kewalahan dan terdesak. apalagi pengalaman perang mereka tidak ada dan senjata yang terbatas. mereka terdesak dan masuk ke dalam sekolah. namun tiba2 truk Korut datang menabraki semua orang dan menembak semua tentara Korut. ternyata Kap Jo dan temannya kembali. kalian tenang saja, kami datang, seru Kap Jo dari atas truk. Jang Beom tersenyum.

semua tentara pelajar sembunyi disetiap ruang kelas. Jang Beom dan Kap Jo berada dalam kelas yang sama. suasana hati mereka berdua sudah mencair (hehe). aku hanya anak miskin. cerita Kap Jo. aku tak mampu bersekolah. jadinya aku hanya bisa berkelahi hingga masuk penjara. orang tua ku dibunuh Korut. karena itu aku akan membunuh mereka semua. Jang Beom hanya diam mendengarkan sambil mempersiapkan senjatanya. hey, kalo aku bisa sekolah, aku pasti lebih pintar dari kau, kata Kap Jo. Jang Beom menatap Kap Jo dan tersenyum sambil berkata, kau itu....tentara pelajar, kata Jang Beom. Kap Jo tersenyum.

mereka keluar dari kelas, namun kondisi mulai memburuk, teman2 mereka sudah banyak yang tewas. saat akan menuju ke atas, teman Kap Jo menolong mereka sampai tertembak. Kap Jo sedih, namun ia harus meninggalkan temannya untuk bisa sampai ke atas atap. di tangga, dua teman mereka sudah menunggu, semua sudah siap, kalian duluan saja, nanti kami menyusul, katanya. namun mereka tertembak, tapi sebelum mati mereka sempat membuka jirigen minyak dan membakarnya puluhan tentara Korut yang mengejar Kap Jo dan Jang Beom tewas. dari jauh, Seok Dae menyuruh truk berhenti dan mendengar suara ledakan dan tembakan. ia bertanya apakah kontak ke sekolah bisa dilakukan, anak buahnya menjawab tidak berhasil, tidak ada yang menjawab panggilannya. Seok Dae menyuruh anak buahnya untuk segera ke sekolah. sementara itu Jae Seon (yang jadi operator) tertabrak tank, namun sebelum mati ia masih sempat membuka granat ditangannya.

berdua diatas atap, Kap Jo dan Jang Beom menembaki tentara Korut. Mu Rang masuk ke sekolah dan membunuh semua tentara pelajar yang masih hidup. Teman Kap Jo yang sekarat mencoba menembak Mu Rang, tapi hanya mengenai tangan. Mu Rang langsung membunuhnya. dia tahu orang yang dicarinya ada diatas (Jang Beom). diapun menyusul ke atap. di atap, Kap Jo dan Jang Beom berjuang habis2an. hanya tinggal mereka berdua sekarang. tentara Korut terus berdatangan. mereka berhasil membunuh pasukan itu. namun keduanya terluka parah. Jang Beom terjatuh diatas tumpukan karung. Kap Jo yang masih bisa berdiri tertawa dan meminta Jang Beom untuk bertahan. Jang Beom tersenyum dan susah payah berkata kau keren. Kap Jo tersenyum. tapi Mu Rang yang telah sampai di atap langsung menembaknya. Jang Beom yang kesulitan untuk bicara dan berdiri hanya bisa marah dan meneteskan air matanya. Mu Rang menghampiri Jang Beom, tapi kakinya ditahan Kap Jo yang masih hidup. saat akan menusuk Mu Rang, Kap Jo lebih dulu tertembak oleh Mu Rang. Jang Beom yang melihat Kap Jo mati didepannya berusaha mengumpulkan tenaganya. Mu Rang mendekat dan berkata seharusnya hal ini tidak perlu terjadi. jika mereka menurunkan bendera Korsel maka mereka semua bisa selamat. Jang Beom mencoba bangkit dan menembak Mu Rang, tapi peluru Mu Rang juga mengenai punggungnya. Jang Beom jatuh terlentang. ia melihat dada Mu Rang tertembak, namun Mu Rang masih tegak berdiri. Mu Rang marah pada Jang Beom dan menembak Jang Beom. namun sebelum menembak ia sudah terjatuh karena Seok Dae telah menembaknya dari belakang. Mu Rang mati.

Seok Dae menghampiri Jang Beom yang sekarat. Jang Beom hanya tersenyum melihat jenderalnya. (intermezzo: walau adegan ini ga da dialog tapi dari matanya seolah Jang Beom bilang kami telah berhasil bertahan. trus Seok Dae kayak bilang terima kasih sudah bertahan sampai sejauh ini). Seok Dae menitikkan air mata namun Jang Beom tetap tersenyum sambil menggenggam tangan Seok Dae. Seok Dae memeluk Jang Beom dan menangis keras (duh...mereka jadi kayak bapak yang nangisin anaknya. hikss....). genggaman Jang Beom terlepas dan membuat kantong sakunya terbuka, menunjukkan ada lembaran2 kertas. (adegan ini yang kayak nunjukin dari lembaran2 ini sutradara dapat ide tuk buat film perang dengan judul 71, hehe....).

lalu film flashback saat Seok Dae bersiap meninggalkan sekolah, Jae Seon yang sedang belajar memakai alat komunikasi mereka dipanggil. ternyata mereka berfoto bersama didepang sekolah. Seok Dae melihat mereka semua sekilas. Jang Beom dan Kap Jo masing2 berada diujung (kirain ditengah). lalu mereka difoto. untuk yang terakhir.........

71 - Into the Fire

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Choi Seung Hyun aka TOP as Oh Jang Beom
Kim Seung Woo as Kang Seok Dae
Cha Seung Won as Park Mu Rang
Kwon Sang Woo as Gu Kap Jo

into the fire adalah sebuah film berdasarkan kisah nyata tentang 71 murid yang berperang melawan ratusan tentara Korea Utara di sebuah sekolah pada 25 Juni

1950.

menurut reviewnya, film ini bercerita tentang Kap Jo yang ikut berperang. tapi dari awal sampai akhir, kameranya fokus sama TOP mulu. hehehe.....

maklum juga sih, soalnya ide film ini emang berdasarkan tokoh yang diperankan TOP. jadi walau di review pemain utama Kwon Sang Woo tapi tetep aja yang ada

dari awal sampe akhir di film ini TOP. hehehe......

film ini menggambarkan perang yang dilihat dari mata seorang Jang Beom. ada ironi yang tergambar saat Jang Beom akhirnya membunuh seorang tentara Korut. Jang

Beom yang selama ini menganggap orang utara sebagai manusia dengan tanduk dikepala ternyata saat sekarat mengucapkan eomoni (ibu), sama seperti dirinya. ada

juga ironi saat Jenderal Korut, Mu Rang belum juga menyerang dengan alasan mereka hanya tentara pelajar, padahal perwiranya udah semangat perang. dan pada

akhirnya perwira tsb marah karena 'hanya tentara pelajar' itu menembaki mereka. namun orang pertama di film ini yang dibunuh jenderal itu adalah perwira utara itu sendiri. ada banyak ironi di film ini. tapi bisa dikemas dengan lucu dan suasana haru.

psstttt.....
bukan karena ada TOP trus bintangnya mpe 5 loh....
tapi emang karena film ini bagus banget dari segi cerita, pengambilan gambar, dialog, musik. pokoknya dari awal sampe akhir mantab deh. yang ga pernah nonton film perang ga bakalan nyesel kalo nonton yang satu ini....

Sabtu, 20 Februari 2010

4th Period Mystery

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Yoo Seung Ho as Han Jeong Hoon
Kim So Ra as Lee Da Jeong (Gorden)
Jo Sang Geun as Tae Gyu
Kim Dong Beom as Do Il

Jeong Hoon adalah murid pintar dikelasnya. karena itu ia terkenal disekolah dan disukai oleh adik2 kelasnya. namun teman dekat Jeong Hoon hanya Do Il. Suatu hari, Tea Gyu murid yang suka berbuat onar mengganggu Jeong Hoon dan mengatakan bahwa Jeong Hoon menyukai Gorden, teman sekelas mereka yang bernama Dae Jeong yang punya hobi membaca buku detektif dan tidak pernah mengikat rambutnya. Tae Gyu terus mengganggu Jeong Hoon sampai Jeong Hoon merebut pisau milik Tae Gyu dan mengancam akan membunuhnya. kejadian ini dilihat dan tak sengaja terpotret oleh adik kelas Jeong Hoon.
Siangnya, saat pelajaran olahraga Jeong Hoon bertugas membersihkan kelas. saat masuk kekelas Jeong Hoon melihat Tae Gyu mati dengan mengenaskan. Ia ditusuk hingga darahnya berceceran. tiba-tiba Dae Jeong masuk dan melihat mayat Tae Gyu dan Jeong Hoon yang pakaiannya terkena noda darah. Jeong Hoon meyakinkan Dae Jeong bahwa bukan ia pembunuh Tae Gyu. Dae Jeong percaya. tapi mereka harus bisa mencari pembunuh sebenarnya agar Jeong Hoon bisa terbebas dari tuduhan. bersama-sama mereka mencari tau siapa sang pembunuh dengan waktu 40 menit sebelum pelajaran berganti dan sebelum periode ke empat berakhir.

my comment:
filmnya seru abis. ikut deg2an n penasaran siapa pembunuh aslinya dan apa motifnya. ternyata orang yang tak terduga dengan motif tak terduga pula. walau bertemakan pembunuhan, film ini tetap memperlihatkan kehidupan sehari-hari seorang pelajar. tingkah2 mereka yang lagi masa2 puber emang bikin ngikik. walau ada adegan Jeong Hoon dan Do Il yang lagi ngintipin Gorden berenang, tapi disini dikemas lucu n ga terlalu vulgar.
dies suka akting Seung Hoo disini dibanding di God of Study, di film ini dia jadi anak remaja yang bener2 remaja. ga cocok jadi anak cool kayak di GoS. akting So Ra juga bagus, bener2 cocok jadi cewek nerd. hehehe.....
waktu Dae Jeong tidur dikelas trus bangun berasa kayak nonton "ringu". mirip banget dia ama sadako. pantes aja temen2nya pada manggil Gorden. hehehe.....
trus temen Jeong Hoon, si Do Il yang narsis abis, kalo dies liat2 mirip Raditya Dika ya. hihihi....

Selasa, 09 Juni 2009

Naked Kitchen

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Romance
Shin Min Ah as Ahn Mo Rae
Kim Tae Woo as Han Sang In
Joo Ji Hoon as Park Do Rae

Mo Rae dan Sang In adalah pasutri yang baru aja merayakan wedding anniversary mereka yang pertama. karena ingin memberikan hadiah kepada Sang In, Mo Rae pergi ke sebuah gallery keramik. disana Morae tak sengaja bertemu dengan cowok kiyut dan melakukan apa yang tidak boleh mereka lakukan.
merasa bersalah dengan perselingkuhannya itu, Mo Rae menceritakan kejadian itu pada Sang In yang kemudian (karena cinta?) memaafkan perselingkuhan Mo Rae dengan pria itu.
ketika pulang, mereka kedatangan tamu yang akan menginap dirumah mereka dan akan menjadi partner Sang In untuk membuka restoran. Pria 23tahun blasteran Korea-Prancis ini adalah Do Rae yang ternyata teman selingkuh yang tak dikenal oleh Mo Rae tadi.
lalu bagaimanakah hubungan cinta segitiga mereka? akankah Sang In mengetahui bahwa Do Rae adalah selingkuhan istrinya?

film ini bagus sih....
walau dibagian endingnya dies ngerasa datar banget..
kalo akting mantab2lah mereka ini...
dies juga ngerasa lucu sama Mo Rae yang ngaku selingkuh, trus waktu ketahuan dia selingkuh sama Do Rae dia bilang kalo dia ga bisa memilih satu antara mereka berdua dan pengen Sang In sama Do Rae ada disisinya. eh....tapi kemudian malah dia yang ninggalin mereka berdua...

Film terakhir Joo Ji Hoon ini bagus....
akting dia bagus...
suara dia juga bagus...
ga percaya?
nonton n dengerin dia waktu nyanyi Prancis untuk Mo Rae di basement,duh...
bagusnya....
tambah ganteng deh tuh oppa....
tapi dies juga baru sadar kalo di film ini Ji Hoon keliatan lebih kurus..
mungkin karena efek obat2an yang dikonsumsi dia kali ya...
duh....sayangnya....

Kamis, 28 Mei 2009

Why Did You Come to My House

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Kang Hye Jeong as Lee Su Jang
Park Hie Sun as Kim Byung Hee
Seung Ri as Park Ji Min

Byung Hee adalah seorang pialang saham yang cukup sukses dan hidup bahagia dengan istri yang sedang mengandung anak mereka. Suatu hari istri Byung Hee meninggal dihadapannya. Stress karena istri tercinta meninggal, hidup Byung Hee menjadi berantakan dan ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Tapi ia ditolong oleh Su Jang yang begitu saja masuk kerumahnya. Su Jang ternyata mengintai Ji Min, cinta pertamanya yang tinggal didekat rumah Byung Hee. Namun Su Jang ternyata adalah seorang wanita gelandangan yang sangat aneh. Agar ia bisa leluasa mengintai Ji Min, ia mengikat Byung Hee dirumahnya sendiri. Sampai kemudian mereka menjadi akrab.


Uhmm…..
Dies kasih 3 bintang untuk film ini. Akting Kang Hye Jeong bagus. Dia bisa keliatan kayak cewek aneh tapi terkadang juga bisa menunjukkan aura “psikopat” dengan bagus. Hie Sun juga aktingnya bagus banget. Jadi ikut sedih waktu dia nyeritain gimana istrinya meninggal. Tampang dia waktu stress juga pas. Apalagi tampang dia waktu memelas agar ga di apa-apain sama Su Jang. Tapi lama-lama dies liat kok Hie Sun mirip sama Naohito Fujiki yang jadi dokter Hiroshi Mizuno yang kiyut di one litre of tears yaa....hee.... Nah… kalo Seung Ri, awalnya dies udah H2C (harap-harap cemas) sama acting dia. Apalagi dia lama banget muculnya, mana kalo muncul cuma bentar, sampai akhirnya dia bicara (yaakkk…..tarik napas dulu pembaca…hehehe…) ga nyangka aktingnya Seung Ri lumayan bagus. Walau dies ngerasa saat dia kebagian banyak ngomong malah aktingnya agak kendor karena bahasa tubuh dia ga ngedukung. Jujur waktu adegan dia yang cuma bentar (entah tersorot dari belakang, terintai kamera atau pas dia pingsan) dies malah ngerasa itu akting yang bagus dari Seung Ri. Mungkin karena terbiasa akting singkat untuk video klip kali yaa… tapi bagus juga kok. Apalagi waktu dia diiket sama Su Jang dan marah karena dia benci sama cewek itu.
Aslinya film ini bagus. Ceritanya juga oke. Soal gimana kita harus tetep hidup walau kita ga punya orang yang kita sayang atau ga da yang menyayangi kita. Cuma….alurnya itu loh….lama banget…pas di awal kita udah tertarik karena ada adegan Byung Hee di kejar sama polisi. Tapi lama-lama alurnya makin lambat. Trus menjelang akhir, ceritanya juga jadi ga jelas. Endingnya datar banget. Malah terkesan aneh. Trus karena porsi Seung Ri dikit, dies kasih 3 bintang aja deh…hehehe….btw, anak yang meranin Ji Min kecil kiyut banget deh…aktingnya juga bagus. Pssttt….kayaknya porsi itu anak di film ini lebih banyak deh dari porsi tampilnya Seung Ri…hihihihi……….

Jumat, 17 April 2009

Speedy Scandal/Overspeed Scandal

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Cha Tae Hyun as Nam Hyeon Su
Park Bo Yeong as Hwang Jeong Nam
Wang Seok Hyeon as Hwang Gi Dong


Suatu hari, Hyeon Su, seorang penyiar berumur 30-an yang cukup sukses, didatangi oleh Jeong Nam yang mengaku kalo dia adalah anak Hyeon Su. Tak hanya itu, Jeong Nam juga membawa anak laki-lakinya, Gi Dong, yang secara otomatis adalah cucunya. Konflik pun muncul karena Hyeon Su sulit untuk percaya bahwa dia sekarang menjadi seorang "ayah" bahkan seorang "kakek". Konflik pun bertambah saat beredar rumor di masyarakat kalo Hyeon Su dan Jeong Nam adalah sepasang kekasih.


oke....
pertama kita bahas dari segi pengambilan gambar aja kali ya....
dari awal pembukaan film kamera udah bermain luwes dengan menunjukkan gaya hidup Hyeon Su yang teratur yang terlihat dari rumahnya yang bersih dan minimalis. bahkan karena teraturnya, di kulkas itu terdapat makanan mentah dalam plastik yang diberi hari. Jadi Hyeon Su itu kalo hari senin makanannya ini, selasa ini, dst. Teratur banget kan....
teknik pengambilan gambar Gi Dong di TK saat memata-matai gurunya pun oke..
Di situ Gi Dong udah kayak little secret agent aja.....hehehhee.........

Dari segi akting, huaaaa...........bagus banget......
dari pertama tau film ini (mulai dari 2008 kemarin) dies udah penasaran sama akting Cha Tae Hyun. karena awalnya dies ngerasa image Cha Te Hyun itu cowok lumayan-keren-tapi-bloon udah ngelekat kuat banget di dia. liat aja akting dia di my sassy girl atau di my girl and i. Disini Tae Hyun sukses memerankan pria yang emang sedang menikmati usia dia dan pekerjaannya. Bo Yeong juga aktingnya bagus. keliatan kalo dia itu sebenarnya masih polos tapi dia cukup bertanggungjawab sebagai ibu dan selalu merhatiin anaknya. Seok Hyeon (yang ternyata penyanyi cilik) juga sukses banget meranin anak laki-laki yang lucu, sayang sama ibunya juga sangat menghormati kakeknya. hal ini terlihat dari kalo dia ketemu kakeknya, Gi Dong akan memberi hormat. hehehehhe..............

Dari segi cerita, asli deh, film ini lucu banget. mulai dari awal ketemunya Hyeon Su sama Jeong Nam mereka tuh kalo ngomong itu pinter banget balas-balasannya. juga aksi Gi Dong yang disuruh ibunya untuk manggil Hyeon Su kakek. Gi Dong pun ngejar2 Hyeon Su untuk meluk dia sambil teriak "kakek". hehehe.........

filmnya bagus deh. kok bisa ya, Hyeon Su ga percaya kalo Jeong Nam itu anaknya (padahal udah tes DNA n hasilnya positif). disitu terlihat banget Jeong Nam punya sifat yang sama dengan Hyeon Su (termasuk suka guling2an di lantai.hehehe.....). Sifat Gi Dong pun mirip sama kakeknya. mulai dari gaya mereka kalo lagi dandan sampe adegan waktu mereka sama2 ngeliat cewek yang menarik hati mereka. hihihihihi..........

Duh....
jadi pengen nonton lagi.....
yang belum nonton, tonton yaaaa.......

finally....i found you............

setelah ngubek-ngubek PaJus tanpa hasil....
akhirnya ku temukan dirimu di Medan Plaza....

Speedy Scandal.....
begitu sulit mencari dirimu.....
hehehehe............

psssttttt.......
waktu di MePlaz, ditempat biasa dies beli dvd, si embak dah tanda muka dies, dia malah nanya duluan,
"kak, kakak yang kemarin nyari film korea itu ya?"
dies jawab, "iya, kak."
trus langsung deh, disodorinnya filmnya sambil bilang, "ini kak...."

huaaaahhhhhhh.........
dies langsung sumringah selebar-lebarnya...
dan ternyata, si Speedy Scandal disitu ditulis Overspeed Scandal....
ga sopan tuh judul....
masa beda sama judul yang versi internasionalnya....
pantesan ga nemu......

btw, reviewnya entar aja yaa.....