Tampilkan postingan dengan label horror. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label horror. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2011

The Eye

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Horror
Jessica Alba as Sydney Wells
Alessandro Nivola as Dr. Paul
Chloe Moretz as Alicia

Sydeny Wells buta karena mengalami kecelakaan saat masih kecil. Setelah dewasa, atas bujukan adiknya, Sydney menjalani operasi transplantasi mata. Ia pun dapat melihat kembali. Namun ia selalu melihat bayangan hitam aneh yang membawa pergi orang2. apa maksud dari penglihatannya itu? benarkah itu kenyataan atau sekedar ilusinya saja?

my comment:
emang ya kalo film horor holiwut yang diadaptasi dari jepang pasti jadinya ga horor lagi.
yang satu ini juga gitu. ga da serem2nya. apalagi happy end. beuugghhh.....
minimal ada kek yang mati satu. hhh.......

Selasa, 03 Mei 2011

Shutter

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Horror
Ananda Everingham as Tun
Natthaweeranuch Thongmee as Jane
Achita Sikamana as Natre

Tun, seorang fotografer, dan Jane adalah sepasang kekasih yang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri pernikahan teman Tun. Tak sengaja Jane menabrak seorang wanita. Tun yang ketakutan menyuruh Jane untuk terus menyetir tanpa memperdulikan si korban. beberapa waktu berlalu, Tun menemukan bayangan2 aneh disetiap foto yang diambilnya. Jane sendiri kerap merasa bersalah. Sampai Jane perlahan menemukan titik terang bahwa mungkin 'bayangan' lain dalam foto tersebut ingin menyampaikan sesuatu. Jane pun menemukan kenyataan bahwa yang ia tabrak adalah Natre, teman kampus Tun dulu. Dan perlahan-lahan, Jane mengikuti bayangan Natre dalam setiap foto yang ada sampai ia akhirnya berhasil menguak misteri Natre.

my comment:
awalnya pengen ngelanjut nonton colic (thai horor movie juga), tapi karena dapat rekomen bahwa film horor ini bagus, diez coba tonton deh...
bagus sih filmnya....
tapi entah kenapa setiap tebakan diez bener terus di film ini. mulai dari tabrakan, hantu natre, masa lalu tun, sampe endingnya semua bener. jadinya nontonnya ga asik. masa tebakannya bener mulu.
bahkan adegan horornya juga kerasa biasa. hantu yang muncul dalam foto, ngintip dari kaca mobil, merayap ditempat tidur (ju on banget), sampe berdiri diatas asbes. terasa biasa.....

Tapi emang sih film ini bagus, walau horor tapi masih bisa disambungin sama logika dan realita. Trus dendam si hantu juga ga terasa ambisius banget. dia cuma mau bersama orang yang dia cintai (hallllaaaaaahhhhh). hehehe.....
so far so good deh.....

btw, emang yaa, kalo soal film horor, thailand n jepang emang patut diacungi jempol.


oh ya, kalo yang udah pernah nonton film ini, ngerasa ga kalo si pemeran Natre itu mirip cowok yang dikasih wig panjang?
*jadi keinget kasus transgender yang emang tinggi di thailand*

Selasa, 02 November 2010

Death Bell/Gosa 2: The Bloody Camp

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Horror
Park Ji Yeon as Lee Se Hee
Hwang Jeong Eum as Teacher Eun Soo
Kim Soo Ro as Teacher Cha
Yoon Si Yoon as Kwan Woo

Se Hee adalah anak pendiem biasa yang belajar dengan giat supaya jadi pinter (ya iyalah diez, emang mau jadi apa lagi coba). di liburan musim panas terakhir mereka di sekolah, Se Hee masuk dalam 30 anak pintar yang akan ikut summer study camp untuk persiapan masuk perguruan tinggi di sekolahnya. namun ketika Se Hee dan teman2nya tertidur di perpustakaan, suara bel membangunkan mereka dan mereka melihat teman mereka tergantung diatas kepala mereka.

my comment:
yeahhhh.....
death bell 2 is back. i have a big big expectation that this movie would be great. coz this movie have Ji Yeon (aaahhh.....this little sweet girl!!) and Kim Soo Ro (aaahhhh.....this adorable nice healthy uncle!!).
all right. back to the review, diez.
Gosa 2 emang banyak kejutan. and as it was expected, this is a great horror movie (better than Death Bell 1). sekilas ceritanya emang mirip banget sama Gosa 1. 30 anak pinter ikut summer study camp dengan satu guru cowok dan satu guru cewek, belajar n putus komunikasi dengan dunia luar (hape dikumpul), kemudian diganggu suara bel (the famous Sonata) kemudian suara di speaker yang meminta mereka sebagai anak2 pintar untuk menjawab soal atau satu per satu dari mereka akan mati.
bedanya kalo dulu soal2 diberikan ketika satu murid terancam akan mati berdasarkan rangkingnya. sementara Gosa 2, soal diberikan di awal dengan korban anak2 terpilih (si suara bilang, "soalnya adalah penyebab kematian Tae Yeon dan hubungannya dengan mereka yang akan mati", kalo kalian tau jawabannya, kalian akan selamat). so, disini murid yang jadi korban udah ditentukan. masalahnya, siapa?
yang murid pindahan bingung, Tae Yeon itu siapa? ternyata Tae Yeon adalah sahabat Se Hee (?#*?!) dan teman sekelas mereka yang perenang andalan sekolah yang ditemukan bunuh diri di kolam renang 2 tahun lalu.
hey, hey, film horor + kolam renang? sound like Indonesia horror movie. but wait, yang ini beda. ga ada jeritan heboh, adegan vulgar atau tokoh yang abu2 (cowok ga cewek ga).
yang bisa dibilang berlebihan (atau lo mau sebut lebay?) adalah cara pembunuhan para murid yang lebih sadis dibanding di Gosa 1 yang 'cuma' masukin murid ke akuarium gede, digantung tinggi2 trus dijatuhin, atau mulutnya dibekep pake lelehan lilin. di Gosa 2, cara pembunuhannya lebih ekstrem. murid perempuan yang mukanya dijahit trus digantung di perpus, murid cowok yang bolak-balik dilindes pake sepeda motor si murid itu, guru yang dibakar diruang pemanas sampe meledak (oh nooo....Soo Ro......ups, spoiler). bahkan Se Hee yang dililit sama besi trus dijatuhin di kolam renang sama pembunuhnya.
eh, eh, siapa pembunuhnya? si guru? si murid? atau satpam sekolah?
nah, itu dia misterinya. si pembunuh ga da dalam cerita sampai dia muncul di menjelang akhir cerita.
tapi yang pasti, movie ini happy end (yeeeeaaa....).

oh ya, dari segi cerita, akting (walau katanya Ji Yeon kesusahan dengan scene di kolam renang), alur, lokasi, dan sound effect, film ini bagus.
kekurangannya adalah di dialog yang terasa kurang (atau karena tugasnya adalah memikirkan jawaban dari soal).hehe....
masalah pembunuhan terlalu sadis, itu tergantung reviewer yang liat apakah menjadi poin plus atau minus. but for me, that's not really sadistic. so, that's another star for Death Bell 2.

Kamis, 14 Oktober 2010

Jangan Panggil Mereka Hantu (Don't Call Them Ghost)

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Horror
Author:Kathleen McConnell
pada 1971, keluarga Kathleen McConnell dan keluarganya pindah ke sebuah rumah bersejarah yang dikenal dengan sebutan Fontain Manse. dua hari setelah pindah, ia dan suaminya, George McConnel, mendapat pengalaman luar biasa yang membuat mereka berdua tidak ragu barang sedikit pun bahwa ada juga "penghuni-penghuni lain" tak kasat mata yang ikut mendiami rumah mereka.

buku ini bertutur tentang sebuah kisah nyata bagaimana Kathleen McConnell mengenal, mengasuh, dan kemudian "merawat" arwah tiga anak-anak yang mendiami kamar loteng di Fontain Manse - Bidadari Kecil, Buddy, dan Si Bayi. mulai dari bermain bola bersama Kathleen hingga menyelamatkan anak lelaki Kathleen, Duncan, dari tenggelam di bak kamar mandi. arwah anak-anak itu pun menjadi bagian dari kehidupan keluarga McConnell dalam skala besar maupun kecil. akhirnya, sebuah keputusan mengharukan pun memicu terjadinya peristiwa dramatis dan tak terduga: arwah anak-anak itu pun menghilang dan pergi tanpa pernah kembali lagi.

my comment:
dari awal baca resensi buku ini udah tertarik pengen baca. pasti mengharu biru nih, cerita ini. ga taunya bener. ini adalah salah satu cerita horor yang bisa buat diez sedih (ga sampe nangis sih, cuma sampe mata berkaca-kaca). apalagi ini berdasarkan kisah nyata. Kathleen udah lama jatuh cinta sama Fontain Manse saat kekantor melalui jalur lain. ia melihat rumah bergaya victoria itu dan langsung menyukainya. Kathleen saat itu bahkan belum menikah. siapa sangka setelah menikah dan hendak pindah rumah, Fontain Manse yang ditaksir harganya 28ribu dollar (saat itu) ternyata harga awal penawarannya hanya 8ribu dollar. ternyata rumahnya berhantu.
ups, Kathleen ga suka 'anak2 itu' disebut hantu. Kathleen melihat mereka sebagai arwah dari keturunan keluarga Fontain yang membangun Fontain Manse.
di awal cerita lucu juga membayangkan Kathleen 'berkenalan' dengan 3 arwah itu. dan kemudian Kathleen menganggap 'mereka' sebagai anak. bagaimana Kathleen berbicara dari hati ke hati, memberi perhatian bahkan sampai memberikan hadiah saat natal.
Kathleen sampai terbiasa melihat benda2 dirumahnya pindah tiba2 atau menggelinding tiba2. tapi Kathleen dan 'mereka' punya perjanjian. yaitu tidak boleh ada yang tau kalo 'mereka' ada disitu kecuali Kath dan suaminya, George. jadi, selama tinggal disana, tidak ada satupun anak McConnell yang tau tentang mereka, kecuali Duncan. Duncan masih bayi saat mereka pindah dan tumbuh bersama 'sahabat' yang tinggal di loteng rumah. ternyata dulu saat Kath belum merit, anak kecil yang dilihatnya di jendela rumah FM adalah arwah anak tertua. karena merasa ditakdirkan berada di FM, Kath memutuskan merawat dan menjaga 3 anaknya yang 'lain' itu.
cukup mengharukan saat 3 anak itu memberi mereka 'izin' untuk tinggal dirumah mereka, juga saat mereka harus 'diam' saat FM kedatangan orang tua Kath. 'mereka' ikut sedih dan menghibur Kath saat ayah Kath meninggal. bahkan saat ibu Kath yang sudah tua tinggal di FM karena mengalami patah tulang, Bidadari Kecil mencium nenek sebagai tanda sayang. nenek yang ga tau apa2 ngira Kath yang malam2 masuk kamarnya dan menciumnya. Kath tau Bidadari Kecil pelaku penciuman itu. soalnya dia ga da masuk kamar ibunya. gimana reaksi nenek kalo sampe tau yang nyium dia itu bukan anaknya. hehehe....

yaahhh....
cerita buku ini emang rada 'lain'. dalam buku ini juga diselipkan foto keluarga McConnel, Fontain Manse dan mainan meriam milik Buddy yang diberikan pada Kath sebagai hadiah natal. tapi rasa kekeluargaannya juga terasa banget. terlepas dari persepsi mengenai apa dan bagaimana sebenarnya hantu, roh, or whatever itulah, (secara Islam punya pandangan yang berbeda mengenai hal kayak gini) buku ini cukup menghibur dan mengharu biru.

Senin, 06 April 2009

Gosa a.k.a Death Bell

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Horror
dari kemarin lupa aja mau ngereview film horor yang satu ini. abisnya, dvdnya udah nyungsep ketimbun sama dvd yang kemarin dies borong.....
hehehe.......waktu ngeliat ada yang nge-fans sama Kim Beom baru ke inget deh kalo ni film belum dies review.....

Nam Gyuri as Kang Ina
Lee Beom Soo as Guru Kim
Yoon Jeung Hae as Guru Choi
Kim Beom as Kang Hyun
Han Na Yeon as Myung Hyo

Chang In Private High School adalah sebuah sekolah yang cukup favorit yang sedang menyiapkan acara penyambutan sister school di sekolah mereka....
maka dikumpulkanlah 20 orang siswa terbaik yang harus tetap tinggal disekolah yang berasrama ini, termasuk Kang Ina dan temannya Yun Myung Hyo, bersama Guru Kim, Guru Lee dan Guru Choi. namun sayang murid yang ke-20, Woo Ram harus masuk rumah sakit karena psikis dia yang terganggu. dia berhalusinasi bahwa ada hantu perempuan yang mengejarnya dan akan membawa bencana bagi sekolah itu....
di hari pertama, guru Kim mengundang Kang Hyun yang mahir berbahasa inggris untuk membantunya menerjemahkan beberapa proposal, namun tiba-tiba, di TV sekolah (emang hebat ni sekolah, disepanjang koridor sekolahnya TV semua euy...) seorang murid akan dibunuh jika murid lain tidak bisa menyelesaikan soal yang diberikan....satu persatu murid diculik dan dibunuh walau soal telah mereka pecahkan. lalu bagaimana Ina bisa keluar dari sekolah ini? benarkah teror ini disebabkan arwah sahabat Ina, Ji Won, yang meninggal karena gagal dalam ujian?

awalnya ni film rada lucu, Kang Hyun yang bandel di awal cerita dengan santai terus memanjat tembok sekolah, karena telat, walau ketua yayasan ada disitu. belum lagi gayanya saat mengganti bel sekolahnya dengan lagu lucu. belum lagi Ina yang harus sembunyi2 saat mau keluar dari asrama (jadi keingat waktu dulu diasrama dies juga sering cabut.....hehehehe...........). salut deh buat murid2 pintar yang masih sempetnya bisa berpikir buat ngejawab soal ditengah tekanan kayak gitu....

film ini bagus sih, seharusnya dapat 5 bintang, sayangnya cerita sama genrenya yang rada ga nyambung....
soalnya pembantaian murid-muridnya ga begitu nyeremin (walau hantunya emang cukup serem) tapi lebih berkesan sadis gitu...ga tau deh cocoknya masuk kemana, horor atau thriller....
satu hal lagi yang buat film ini jadi ngecewain adies adalah.....Kang Hyun yang harus mati......
huaaa......ga rela deh......
hikss....hiksss......

Minggu, 08 Juni 2008

Evil Twin

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Horror
Di zaman Dinasti Chosun, desa Seo Rae, tinggallah anak kembar bernama So Yeon dan Hyo Jin. Sang kakak, So Yeon selalu memakai gelang pertanda Ia telah ditunangkan dengan Hyun Sik. Namun pada kenyataannya, Hyun Sik lebih menyukai Hyo Jin, begitu pula sebaliknya. Dalam suatu kecelakaan di danau, keduanya tenggelam dan Ibu mereka hanya bisa menyelamatkan So Yeon. Namun So Yeon mengalami koma. 10 tahun kemudian teman So Yeon meninggal dan So Yeon pun sadar dari komanya tetapi kehilangan ingatan mengenai masa kecilnya. Anehnya satu persatu teman So Yeon meninggal dunia. Hyun Sik yang semenjak awal tidak memperhatikan So Yeon-karena Ia masih menyukai Hyo Jin-tidak membantu So Yeon saat So Yeon dianggap warga sebagai penyebab berbagai pembunuhan yang terjadi. Namun perlahan-lahan Hyun Sik merasa bahwa sikap So Yeon mirip dengan Hyo Jin. Saat Hyun Sik baru menyadari bahwa So Yeon adalah Hyo Jin, So Yeon telah diberitahu Ibunya kalau dirinya adalah Hyo Jin. Kemudian arwah So Yeon mengejar Hyo Jin dan Ibunya sampai ke danau. Didanau Hyo Jin terjatuh di danau namun Ia diselamatkan oleh Hyun Sik.

Dies suka film ini, awalnya rada-rada takut juga sih...penampakan hantunya halus banget, beda sama hantu Indonesia yang bisa ditebak kapan munculnya. Hehehe.....tapi endingnya buat emosi jadi rada gimana gitu....soalnya ketauan kalo Ibu lebih menyayangi So Yeon-kan Hyo Jin lebih disayang sama ayahnya-jadi dulu ketika Ibu tahu hanya bisa menyelamatkan salah satu anaknya, Ibu memilih menyelamatkan So Yeon yang memiliki gelang tanda pertunangan. Dan akhirnya.....ketauan deh kalo sebelum jatuh ke danau si kakak ngasih pinjem gelangnya ke Hyo Jin. Dan saat ending di danau dimana Hyo Jin terjatuh dan tiba-tiba So Yeon muncul dari danau si Ibu dilema lagi...karena tangan kanannya dipegang So Yeon dan tangan kirinya dipegang Hyo Jin. Namun Hyo Jin dengan sifat lembutnya malah bilang, "lepaskan aku saja bu...aku akan baik-baik saja." Dan Ibu malah terjun ke danau trus meluk So Yeon dan minta So Yeon untuk membiarkan Hyo Jin untuk terus hidup dan minta maaf karena selama ini beliau telah membiarkan So Yeon kedinginan di danau..hiks...hiks....sedih deh...dan akhirnya Hyun Sik datang n nyelametin Hyo Jin..hehehe...tapi tetep terasa sedih.hiks...hiks... Jadi lupa deh sama ketakutan akan penampakan hantu selama cerita...endingnya yang happy (Hyun Sik balik sama Hyo Jin) ga menutup rasa sedih bahwa Ibu terjun ke danau untuk menebus rasa bersalahnya pada So Yeon. Duh....pokoknya ceritanya ok banget....