Kamis, 14 Oktober 2010

Ben Underwood - Sonar Boy (The Best Echolocator Man)

kalo yang rajin nonton Oprah pas episode amazing people, pasti pernah tau cowok satu ini, Ben Underwood, si Sonar Boy and the best echolocator. dia juga masuk peringkat amazing people versi tayangan musik di stasiun tv swasta Indonesia. disitu dibilang Ben udah meninggal. Diez rada ga percaya, soalnya kayaknya baru kemarin liat Ben di Oprah nunjukin kemampuan sonarnya. yeah, well...he is one of the person that inspires me to live well and enjoying my life.

Ben lahir di Riversida California tanggal 26 Januari 1992. Ben termasuk bayi yang sehat. tetapi setelah berumur satu bulan, ibunya menyadari bahwa mata kanan Ben bersinar seperti mata kucing. 3 hari kemudian Ben bangun dengan mata kanan yang seluruhnya sudah memutih. sejak itu Ben buta.

umur 2 tahun Ben di diagnosa terkena Bilateral Retnoblastoma (kanker mata). penyakit yang bisa menjangkiti bayi dan beberapa anak kecil pada beberapa kasus.

Ben kecil menjalani kemo dan radiasi untuk menyelamatkan
mata kirinya. tapi usaha itu gagal. dokter menyarankan untuk mencari dokter lain di Mexico. Ibu Ben sadar, pilihannya hanyalah menyelamatkan mata Ben atau menyelamatkan nyawa Ben. melalui operasi mata Ben diangkat. umur 3 tahun, Ben buta untuk selamanya.

Ben kecil sadar ia tidak bisa melihat lagi. namun seluruh keluarganya menyemangatinya, Ibunya dan kakak2nya. Ibu Ben menghibur Ben bahwa Ben masih bisa melihat menggunakan tangannya, penciumannya, dan pendengarannya. tapi Ben memilih caranya sendiri untuk bisa melihat. dengan sonar atau echolocation. sonar adalah cara hewan seperti kelelawar dan lumba2 untuk mengetahui keberadaan benda melalui mengeluarkan suara dan mendengarkan pantulannya. karena itu kelelawar bisa tidak menabrak pohon saat malam hari (hehehe). human echolocation juga dapat diartikan serupa. yaitu kemampuan manusia untuk merasakan benda disekitarnya melalui gema/pantulan suara dari benda tersebut.

tanpa tongkat atau anjing pemandu, Ben menjalani hidupnya dengan normal. Ben berjalan dengan mendecakkan lidahnya (ckkckkckk) dan mendengar pantulannya kembali. Ben bisa tau ada mobil besar yang parkir, ada tong sampah disebelah kanannya dan lainnya. Ben pun hidup normal.

saat check up, seorang dokter menemukan Ben bermain video game. bagaimana mungkin, dia buta, kata dokter. Ibu Ben menjelaskan bahwa Ben sekarang sudah besar dan bisa bermain game, bersepeda, bersepatu roda, semuanya...katakan saja, maka dia akan melakukannya. that doctor totally amazed (yeah, me too). setelah itu, Ben muncul di koran Sacramento Bee and the Observer. berlanjut dengan People Magazine yang membawa Ben berkunjung ke Sea World dan bertemu hewan bersonar lain (lumba2). hehehe....

setelah media cetak, media elektronik tak mau ketinggalan. Ellen Show, Oprah, dan acara televisi dan radio, semua terpana dengan kemampuan Ben. bahkan Ben sempat menjadi pembicara di Jepang. Ben juga memiliki dokumentari satu jam di Learning Channel. it's amazing seeing Ben guessing objects in front of him with that ckkckkk sound. hehehe.....

tapi Ben tetap anak remaja. ia bersekolah dan suka bermain game, bersepeda, bercanda bersama ibu dan kakaknya, dan hal lain yang dilakukan anak seusianya. Ben pernah menulis novel science fiction sebanyak 20 bab saat ada di kelas 4. Ben juga bercita-cita untuk bisa membuat sebuah game. Ben juga menyukai Jepang. Ben belajar sendiri mengenai Jepang (bahasa dan budaya). Ben berharap bisa bersekolah di Jepang. apalagi teknologi game memang banyak muncul dari Jepang.

Ben tidak pernah merasa terkucilkan karena kebutaannya. Ben bahkan tidak suka saat orang lain saling menjelek2kan dan berkata tentang
sesuatu yang buruk dari orang lain. Ben berkata, "That's whats wrong with sighted people, you all look at one another and judge what you look like."

setelah menginspirasikan banyak orang (including me) untuk hidup lebih baik dan bersemangat, Ben harus kalah menghadapi kanker yang telah menyebar hingga ke otak dan tulang belakangnya pada Januari 2009. seluruh keluarga, teman, tetangga, warga Sacramento tempat Ben dibesarkan dan orang2 yang terinspirasi dariny
a berduka. Ben meninggal di usia 16 tahun.

sampai saat ini kisah Ben yang terus beredar tetap menginspirasikan orang2. Duh, kalo liat video dia atau pas di Oprah kemarin pasti bener2 feel amazed dah.

goodbye Ben....
you're not here anymore. but your courage still live in people t
hat inspired by you.....

sumber: berbagai sumber dari yang terinspirasi oleh Ben Underwood
.
situs resmi: http://www.benunderwood.com/index.html

2 komentar: